Selasa, 21 Juli 2009

Nadila Ernesta Tiru Tessy

Artis cantik Nadila Ernesta mengaku terinspirasi gaya pelawak Tessy yang suka mengenakan cincin besar di semua jarinya. Saat press preview film Hantu Rumah Ampera, Nadila datang dengan segala pernak-pernik pada jari dan pergelangan tangannya. Mulai dari cincin batu akik warna hijau, cincin polos besar, hingga cincin berbentuk kancil. Di lengan kanannya pun, dia menempelkan bermacam gelang, dari gelang kayu hingga kain.

”Ini sih terinspirasi Tessy. Aku kebetulan juga lagi suka pakai cincin dan pacarku juga tidak protes,” ujar Nadila, Rabu (1/7).

Keinginan Nadila memakai cincin karena ia merasa jarinya kurang bagus dilihat jika polos tanpa perhiasan.Karena saat ini banyak dijual beraneka jenis cincin dari bahan non-emas, Nadila pun terpikat dan memakai cincin dengan beragam model pada hampir semua jarinya.

Koleksi cincin Nadila tidak hanya yang dia kenakan saat itu, tetapi sudah mencapai ratusan. Dia ternyata sudah mengoleksi cincin dan gelang sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Tempat kekasih Enno Netral ini membeli cincin dan gelang juga tidak hanya di Jakarta, tetapi di beberapa daerah lain seperti Bali.

Begitu maniaknya Nadila mengoleksi cincin, ia tidak memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan. Selama penggila sepatu ini melihat ada cincin yang bagus dan cocok di hatinya, langsung saja dibeli. Tidak mengherankan jika pemeran Livi di film horor Hantu Jembatan Ancol ini tergolong boros dalam mengelola uang.

Menanggapi kabar akan segera bertunangan dengan Enno, Nadila membantahnya sambil tertawa kecil. Ia meyakinkan wartawan bahwa hubungannya dengan Enno berjalan seperti biasa, serius tetapi belum merencanakan sesuatu.

Soal Enno sebagai personel grup band yang digandrungi banyak perempuan, Nadila menanggapinya dengan santai. ”Kalau ada perasaan cemburu karena ada wanita cantik yang suka dia (Enno) itu biasa, tapi tidak sampai cemburu sekali. Aku bisa menerima karena itu pekerjaan dia. Yang penting dia sudah mendapatkan aku,” ujarnya singkat. (wik)

Band Xiruz Tawarkan Warna Pop Rock

Enggan mengikuti trend grup band saat ini yang beraliran pop mellow, grup band baru, Xiruz membawa warna pop rock dalam 10 lagunya. Grup band yang diproduseri oleh penyanyi religi Opick ini berharap bisa kembali memberi tempat bagi musik rock yang kini mulai tergeser oleh lagu-lagu pop mellow.

"Saya mencintai musik rock. Karena itu saya ingin menciptakan nuansa baru karena gerah dengan warna musik yang hampir sama semuanya,"ujar Putera, pendiri grup Xiruz yang sempat menempati posisi gitar dalam jumpa pers peluncuran album perdana Xiruz, Selasa (30/6).

Selain keinginan untuk memberi warna baru di dunia musik, Putera dan seluruh personel Xiruz merupakan penggemar musik rock. Berawal dari grup band yang berbeda, mereka kemudian bergabung dan membentuk Xiruz dengan aliran pop rock.

Walaupun mereka bersikukuh ingin memberi nuansa berbeda dengan warna grup band lainnya, tetapi lagu-lagu mereka belum sepenuhnya beraliran rock. Hal ini karena mereka masih ingin menggaet pasar dari seluruh kalangan. Dengan tetap membawa nuansa pop melo dalam lagu rock mereka, diharapkan kaum wanita yang menyukai grup band pria bisa ikut menikmati lagu-lagu mereka.

Putera pun berjanji, setelah album perdana ini masuk ke pasar, ia sudah siap untuk meluncurkan album kedua Xiruz. "Kali ini, dia album kedua, warnanya akan lebih kuat. Rocknya akan lebih keras dibandingkan album perdana ini," paparnya.

Dari sepuluh lagu yang ada di album bertajuk Terdalam ini sebanyak empat lagu berbahasa Inggri. Keempat lagu tersebut adalah Herat of Angel, Trues Lies, Killing My Pain, dan Deep Inside. Sementara lagu andalan mereka adalah Yang Terdalam.

Nama Xirus sendiri keluar dari ide Putera. Meski nama itu hanya sekedar sebuah nama tanpa arti khusus, tetapi seluruh personelnya sepakat Xiruz bisa menjadi label mereka dalam berkiprah tidak hanya untuk satu atau dua album tetapi untuk waktu yang lebih lama lagi.

Xirus terdiri dari Away pada keyboard, Afid pada gitar, Jo pada gitar, Rudy pada bas, Hery pada drum dan Agus pada vokal. Awalnya, Putera menempati posisi gitar, namun karena kesibukannya sebagai seorang pengusaha, Putera memutuskan untuk berada di belakang layar dan posisinya digantikan oleh Jo yang memiliki kampung halaman yang sama dengan Afid. (wik)

Rahma Berjanji kepada Suara Gaib

Runner-up Putri Indonesia 2006, Rahma Landy, punya pengalaman spiritual. Tidak tanggung-tanggung, ia masuk dunia lain dan melakukan tawar-menawar dengan suara gaib.

”Waktu itu aku sakit dan aku bisa melihat diriku berada di tempat yang berbeda. Aku bisa lihat cahaya warna putih, juga ada suara yang berbicara. Aku mau diajak pergi tapi aku tanya, ibuku bisa ikut tidak? Saudara-saudaraku bisa ikut tidak? Tapi suara itu bilang kali ini aku sendiri yang harus pergi. Wah, mau mati ngajak-ngajak,” ungkap Rahma kepada Warta Kota di sela-sela press preview film Hantu Rumah Ampera, Rabu (1/7).

Saat itu, Rahma masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Trombositnya anjlok hingga bikin khawatir dokter yang menanganinya. Bahkan ibu Rahma menangis keras ketika dokter menjelaskan mengenai kondisinya. Anehnya, seusai mengucapkan sebuah janji kepada suara gaib, keesokan harinya trombosit di darah Rahma naik. Ia pun berangsur sembuh.

Kata Rachma, sampai detik ini ia tetap menjalankan janji yang sudah ia ucapkan. Namun, ia menolak menjelaskan detail janji tersebut karena hanya ia dan suara itulah yang mengetahuinya.

”Setelah pengalaman itu, aku berpikir, ternyata Allah itu memang ada. Aku sempat merasa seram karena berada di antara hidup dan mati,” kata Rahma. (wik)

Rp 4 Miliar untuk Film Ali Topan

Pasangan selebriti Tessa Kaunang - Sandy Tumewa menyiapkan dana sekitar Rp 4 miliar untuk pemunculan kembali film Ali Topan. Film yang meledak di era tahun 1970-an ini dijadwalkan bisa diputar tahun 2010.

Untuk mencari sosok pemeran Ali Topan, Tessa selaku produser sedang melakukan seleksi terbuka. Tahap awal dilakukan via SMS selama tiga bulan, di mana sebanyak 800 SMS sudah masuk.

”Audisi akan dilakukan di seluruh Indonesia, tetapi casting-nya nanti akan kami lakukan di Jakarta,” ujar Tessa di Plaza Semanggi, Senin (29/6). (wik)

Selasa, 14 Juli 2009

Mulan Nunggu Giliran...


Celestinus Trias HP
Pelantun lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi, Mulan Jameela, siap merilis album terbarunya. Hanya saja, dia harus rela antre alias menunggu giliran.

Ini karena manajemen yang menaunginya, Republik Cinta, masih sibuk memikirkan grup band yang juga hendak menelurkan album baru, yakni Dewa 19 dan The Rock.

”Aku sudah ditagih untuk mengeluarkan album, tetapi harus antre karena banyak artis yang juga ada di dalam naungan Republik Cinta. Kerja mereka tidak hanya membuatkan albumku tetapi juga artis lainnya. Saat ini ada The Rock dan Dewa 19 yang juga akan mengeluarkan album baru,” ujar Mulan seusai syuting rekaman perdana acara musik Fansbook di TPI, Selasa (23/6) malam.

Mulan mengakui bahwa Republik Cinta dengan nama besar Ahmad Dhani di belakangnya menjadi jaminan lagu-lagu yang akan diluncurkan laris di pasaran. ”Salah satu alasan aku masuk ke manajemen Republik Cinta adalah karena aku ingin albumku di-publish beliau (Ahmad Dhani),” ucapnya.

Dalam acara musik Fansbook, Mulan memperkenalkan salah satu lagu yang dijagokan dalam album terbarunya, berjudul Cinta Mati Dua. Lagu yang aslinya milik musisi Brasil, Sergio Mendez, ini seluruh aransemennya dikerjakan oleh Dhani.

Album tersebut kelak menjadi album solo kedua Mulan setelah Makhluk Tuhan Paling Seksi. Sebelumnya, Mulan berduet dengan mantan istri Ahmad Dhani, Maia Estianty, dengan panggilan akrab Mulan Kwok.

Ia memuji Fansbook yang mempertemukan penyanyi dan fansnya. (wik)

Termehek-mehek Termasuk Yang Terburuk


dok.TransTV

Palmerah, Warta Kota

Termehek-mehek, acara yang ditayangkan setiap Sabtu dan Minggu di Trans TV, dinobatkan sebagai program televisi terburuk versi Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET).

Beberapa waktu lalu Termehek-mehek mendapat sorotan setelah Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Fetty Fajriati Misbach, menyatakan acara TV yang diklaim sebagai reality show itu membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realita. Termehek-mehek lebih pantas disebut drama reality.

Hasil penelitian "Rating Publik Menuju Televisi Ramah Keluarga" yang dilakukan SET menyatakan bahwa Termehek-mehek menduduki peringkat ke-6 pada kategori program televisi terburuk (4,2 persen). Acara terburuk lainnya versi SET, seperti dilansir detiknews.com, adalah SuamiĆ¢€‘suami Takut Istri (Trans TV; 10,4 persen), Muslimah (Indosiar; 9,4 persen), Curhat dengan Anjasmara (TPI; 6,6 persen), Inayah (Indosiar; 5,7 persen), dan Ronaldowati 2 (TPI; 4,7 persen).

Menanggapi hasil penelitian SET itu, Head of Marketing Public Relation Trans TV Ahmad Hadiansyah Lubis mengatakan, pihaknya terbuka terhadap segala macam kritikan untuk Termehek-mehek, Suami-Suami Takut Istri, maupun acara lainnya.

"Sah-sah saja orang memberikan komentar ataupun kritikan mengenai Termehek-mehek. Semakin banyak yang memberi komentar, semakin banyak yang menonton dan juga membuat orang yang tadinya tidak menonton jadi ingin tahu. Setelah itu, (penilaian) kita serahkan kepada penonton," ujar Ahmad ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (24/6).

Ahmad menambahkan, dia heran karena hasil penelitian SET tersebut bertolak belakang dengan pengakuan bahwa Termehek-mehek sebagai program terfavorit untuk kategori reality show pada Panasonic Award baru-baru ini.

Ahmad mengaku belum meli-hat detail hasil penelitian SET tersebut. Namun, kata dia, pihaknya akan menjadikan hasil penelitian itu sebagai bahan evaluasi atas seluruh program di Trans TV.

Selain memeringkat acara terburuk, SET juga memeringkat program televisi terbaik, yang posisi teratasnya ditempati Kick Andy (Metro TV; 33,5 persen), Apa Kabar Indonesia Malam (TV One; 6,6 persen), Liputan 6 Petang (SCTV; 6,1 persen), Seputar Indonesia (RCTI; 3,8 persen), dan Bocah Petualang (Trans7; 3,3 persen).

Kick Andy juga mendapat posisi tertinggi untuk kategori program yang paling menambah pengetahuan pemirsa (10,8 persen), diikuti Liputan 6 dan Seputar Indonesia. (wik)

Anggun Konser di Lima Kota


Nur Ichsan
Penyanyi Anggun Cipta Sasmi (35) akan menggelar konser di lima kota di Indonesia. Tawaran untuk manggung di tanah kelahirannya selalu ia sambut antusias meski jadwal show di negara lain sedang padat.

Aku selalu ingin datang ke Indonesia. Setiap kali mendapat kesempatan datang ke Jakarta pasti seneng banget. Siapa sih yang tidak senang makan sate lagi? Yang jelas, tiap kali bisa mudik pastinya senang sekali,” ujar Anggun dalam jumpa pers Anggun Roadshow 2009 bertajuk Crazy Phenomenal yang diselenggarakan oleh LA Concert, Rabu (24/6).

Lima konser tersebut adalah di Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung, dan Medan. Konser pertama tanggal 1 Agustus dan yang terakhir 20 November. Anggun akan sepanggung dengan sejumlah penyanyi ternama Indonesia seperti Glen Fredly, Ello, Bunga Citra Lestari, Pingkan Mambo, dan Rossa. Penyanyi-penyanyi ini tidak hanya menjadi pendamping tetapi memiliki porsi yang sama dengan Anggun dalam unjuk kebolehan. (wik)

D’Show Jadi Pilihan Pemirsa

Head of Marketing and Public Relation Trans TV, Ahmad Hadiansyah Lubis, tidak melihat adanya pertanyaan atau keberatan dari pemirsa terkait dengan dihentikannya acara Dorce Show. Justru tanggapan positif datang dari pemirsa begitu D’Show yang dibawakan Desy Ratnasati mulai ditayangkan akhir April lalu.

Tayangan D’Show berbeda dari sisi tampilan maupun isi. Acaranya tidak hanya dari sisi bintang tamu dan pembawa acara melainkan dari dua arah. Penonton di studio bisa berinteraksi dengan bintang tamu dan memberi pertanyaan sesuai dengan tema acara tersebut. Isi acara lebih banyak mengenai kenyataan yang terjadi pada kehidupan orang biasa.

Isi acara yang variatif dan lebih interaktif ini diakui Ahmad lebih disukai penonton karena lebih segar dan baru. Selain itu juga karena kehadiran pembawa acara D’Show, yakni Desy Ratnasari.

”Kalau hanya isi acaranya diganti tanpa mengganti host-nya berarti pergantiannya tidak signifikan. Jadi sama saja. Sedangkan kita ingin membuat acara baru,” ujar Hadiansyah yang enggan menyebutkan honor untuk Desy.

Dorce Show yang sudah berjalan selama empat tahun dinilai Trans TV sudah memiliki tempat tersendiri di hati pemirsa. Dorce Show juga dianggap berhasil karena bertahan ditayangkan lima kali seminggu selama empat tahun. Tidak banyak acara yang bisa bertahan selama itu. Trans TV juga mulai melihat perlunya perubahan acara agar penonton tidak jenuh.

Awalnya, Trans TV hendak mengurangi jam tayang Dorce Show jadi tiga kali seminggu untuk memberi tempat bagi acara baru D’Show yang rencananya dua kali seminggu. Namun, hal ini rupanya tidak disetujui oleh Dorce. ”Bahkan ketika kami menawari Dorce untuk membuat acara lainnya, ternyata dia menolak,” kata Ahmad.

Trans TV menolak dikatakan bahwa penghentian siaran Dorce Show dilakukan mendadak tanpa pemberitahuan. Menurut Ahmad, segala keputusan Trans TV untuk membuat acara baru tidak ada hubungannya dengan acara sebelumnya.

Desy Ratnasari belum bisa dimintai komentarnya. Telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. Namun beberapa waktu lalu Dessy sempat menjawab pertanyaan apakah siap membawakan acara ini sehingga bisa menyamai Dorce Show. Dessy mengatakan, kemampuan tim kreatif D’Show maupun dirinya bisa menjadikan acara tersebut sebagai salah satu pilihan pemirsa televisi di siang hari.


Tolak dipanggil Bunda
Sementara itu, Dorce tampaknya sudah ogah dipanggil Bunda, panggilan populernya pada acara Dorce Show. ”Jangan panggil Bunda. Rasanya tua dan sudah punya banyak anak,” ujar Dorce berkelakar ketika menjadi bintang tamu di syuting acara Untung Ada Budi (UAD) di antv, Jumat (22/5).

Budi Anduk, pembawa acara UAD, tersenyum-senyum mendengar kelakar Dorce yang menolak dipanggil Bunda. Ia kemudian mengubah panggilannya kepada Dorce dengan sebutan Mbak Dorce. Artis yang memiliki nama asli Dedi Yuliardi Ashadi ini langsung tersenyum cerah begitu dipanggil Mbak meski bintang tamu di UAD masih memanggilnya Bunda Dorce. (wik)

Dessy Ratnasari Gusur Dorce


Republika

MENIMBA ilmu kehidupan bisa dilakukan di mana saja. Dalam pergaulan, saat bergumul dengan masalah, ataupun melalui cerita orang lain. Hal ini pula yang dijalani aktris cantik Dessy Ratnasari, yang kini menjadi pemandu acara D’Show (baca: di-show) di Trans TV.

”Banyak ilmu baru yang saya dapatkan di acara ini. Juga ilmu kehidupan yang selama ini tidak pernah saya tahu,” ujar Dessy Ratnasari pada jumpa pers Inspirasi Mei Trans TV, Kamis (7/5).

Dessy mengaku senang memandu D’Showkarena mendapat ilmu yang berguna bagi dirinya sekaligus membagikannya kepada pemirsa. Bahkan, bisa jadi, pemirsa mendapatkan solusi terbaik atas masalahnya setelah menyaksikan D’Show.

Untuk memperkaya wawasan agar mampu berinteraksi dengan narasumber dan penonton, Dessy mempercayakannya kepada tim kreatif D’Show. ”Saya yakin, tim kreatif akan mencarikan informasi dari setiap narasumber yang kami hadirkan. Saya serahkan semua kepada tim kreatif,” ungkap ibu satu anak ini.

Berhubung D’Show adalah interaksi antara pemandu acara, narasumber, dan penonton, Dessy sempat menemui kesulitan terutama ketika penonton mengajukan pertanyaan atau komentar yang melenceng dari tema. Dessy harus mampu menetralisir spontanitas seperti itu. ”Kalau bentuknya siaran tunda, bisa diedit dulu,” ujarnya.

Acara D’Show yang ditayangkan setiap Senin hingga Jumat, pukul 14.00-15.00, ini menjadi pengganti Dorce Show yang dibawakan entertaniner Dorce Gamalama.

Ketika ditanya apakah dirinya siap membawa acara D’Show sesukses Dorce Show, Dessy menolak menjawabnya. Dessy hanya berharap, tim kreatif maupun dirinya sendiri bisa membawa acara tersebut menjadi acara pilihan pemirsa televisi di siang hari. (wik)

Kembali Kuliah


Penyanyi muda berbakat Afgan Syah Reza tak melupakan pendidikannya. Setelah cuti enam bulan, dia menyatakan akan kembali ke kampusnya di sebuah Universitas di Australia.

”Justru karena cuti saya bisa memikirkannya. Saya merasa, saya harus segera menyelesaikannya. Saya tak boleh keenakan cuti,” ujar Afgan di sela-sela jumpa pers Pond’s Teens Concert, Senin (13/4).

Selain tidak ingin tenggelam terlalu lama dengan kesibukan menyanyi, Afgan juga sudah berjanji kepada ibunya untuk segera menyelesaikan kuliah. Ia bertekad selesai kuliah tahun 2011 pada jurusan bisnis yang diambilnya.

Pengalamannya gagal menyelesaikan kuliah di Universitas Indonesia jurusan ekonomi membuat Afgan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia banyak berkaca dari pengalaman itu dan mencoba menata kembali jadwal menyanyinya dan kuliah.

Pengalaman telah membuatnya belajar bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah. Termasuk pula hubungannya dengan kekasihnya, Arumi Buchin. Kesibukan keduanya membuat mereka bisa mengatur jadwal pertemuan meski nantinya Afgan akan terbang ke Australia.

Ketika ditanya soal kesibukan dan kebebasan sebagai anak muda, Afgan mengaku tidak memiliki masalah. Ia justru sangat menikmati masa mudanya, apalagi sejak ia bisa menghilangkan karakternya yang sangat pemalu. (Wik)

Nadine-Kaka Slank Menari

Artis Nadine Chandrawinata menari dengan Kaka Slank dalam film Generasi Biru garapan sutradara Garin Nugroho. Keduanya juga sama-sama menggunakan baju hijau saat diskusi film tersebut di Universitas Tarumanagara, Kamis (16/4). Karena dua hal tersebut tiba-tiba mereka digosipkan berselingkuh oleh sejumlah wartawan infotainment.

”Wah tidak mungkinlah. Masa saya dan Kaka seperti itu. Lagi pula Kaka sudah punya istri dan tidak mungkin juga kita cinlok (cinta lokasi),” ujar Nadine dengan nada kesal.

Akibat pertanyaan yang dinilai mengada-ada tersebut, Nadine segera meninggalkan wartawan yang mengerubunginya. Sebelum pertanyaan gosip selingkuh itu muncul, Putri Indonesia 2005 itu begitu bersemangat berbicara tentang film yang dibintanginya.

Menurut Nadine, dia bukanlah penggemar berat Slank. Justru ibunya yang asli Jerman yang menjadi fans grup band tenar tersebut. Setelah mempelajari siapa Slank, Nadine pun segera mengacungkan jempol. ”Film ini pemberian yang paling bagus buat saya,” kata artis kelahiran Hannover, 8 Mei 1984, itu.

Di film Generasi Biru, Nadine banyak melakukan adegan tari dengan Kaka. Sebelumnya mereka melakukan latihan secara terpisah. Setelah dipertemukan langsung merasa cocok. Kekhawatiran kakak dua pemain sinetron kembar, yakni Marchel dan Mischa Chandrawinata, langsung hilang.

Sementara itu Slank menyatakan enggan membuat film lagi setelah Generasi Biru. Film tersebut merupakan satu-satunya wadah berekspresi Slank dalam dunia akting. ”Kita tidak cocok sebagai aktor. Kerja di film terlalu panjang,” kata Kaka, sang vokalis Slank. ”Next, I don’t think so,” sambung Bimbim, personel utama Slank lainnya.

Garin sendiri memutuskan untuk memilih Slank sebagai tokoh utama dalam film Generasi Biru berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya. ”Sebelum memilih, saya melihat Slank memiliki fenomena sosial dan masih tetap ada hingga sekarang,” tutur Garin.

Film bergenre musik yang dibuat untuk perayaan 25 tahun perjalanan musik Slank ini menceritakan pertemuan Slank dengan tokoh-tokoh yang memiliki trauma terhadap kekerasan, politik, drugs, dan cinta. (wik)

KPI Tetap Hentikan Bukan Empat Mata

Tayangan acara talkshow Bukan Empat Mata tetap dihentikan sementara hingga ada keputusan akhir dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Keputusan akhir akan diberikan pada Senin (15/6) besok.

Para pertemuan KPI dengan pihak Trans7, Jumat (12/6), baru sebatas mendengarkan jawaban Trans7 atas surat teguran KPI.

"Kami baru mendengar klarifikasi dari Trans7 dan segera melakuran rapat pleno. Keputusan akhir baru kami umumkan pada hari Senin," ujar Sasa Djuarsa, Ketua KPI ketika dihubungi Warta Kota, Jumat (12/6).

Trans7 memberikan keterangan kepada KPI pada Jumat (12/6) sore seputar teguran yang dilayangkan KPI atas ucapan tidak senonoh dari salah satu personel grup band Kangen saat jadi bintang tamu.

Keterangan ini menjadi poin penting bagi KPI untuk menentukan keputusannya apakah Bukan Empat Mata akan dihentikan selamanya atau mendapat sanksi lainnya.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, jawaban yang diberikan Trans7 cukup masuk akal dan bisa diterima oleh KPI. Trans7 menjelaskan bahwa kata-kata jorok yang dilontarkan anggota grup band Kangen di luar dugaan seluruh pihak yang terlibat.

Karena latah, kata-kata tersebut terlontar begitu saja dan tidak bisa dihapus serta diedit, karena Bukan Empat Mata merupakan program siaran langsung.

Beberapa alternatif sanksi yang bisa diberikan oleh KPI selain penghentian selamanya adalah pengurangi durasi tayangan dari lima kali seminggu menjadi tiga kali seminggu.

Semua sangsi yang akan diberikan KPI baru bisa diumumkan setelah rapat pleno seluruh komisoner KPI. Dalam pertemuan tersebut, jika tayangan Bukan Empat Mata tidak dihentikan, muncul usulan untuk melakukan rekaman acara sebelum ditayangkan.

"Pihak Trans7 juga setuju jika kelak acara tidak dilakukan dalam format siaran langsung tetapi rekaman agar aman sehingga hal-hal yang terjadi seperti sebelumnya bisa dihindari," papar Sasa.

Menanggapi kehadiran Trans7 untuk memberikan keterangannya di kantor KPI, Sasa melihat adanya sikap positif. Apalagi, Dirut Trans7, Ishadi, juga hadir bersama petinggi dan staff Trans7 lainnya.

Sedangkan dari pihak KPI, selain Sasa Djuarsa hadir wakil ketua KPI, Fetty Fajriati Misbach, Yazirwan Uyun, anggota KPI koordinator bidang penyiaran, dan Bimo Nugroho anggota KPI bagian perizinan.

Teguran kepada Bukan Empat Mata sebenarnya merupakan teguran kedua. Teguran pertama dilayangkan saat masih menggunakan nama Empat Mata. Trans7 kemudian mengganti nama Empat Mata menjadi Bukan Empat Mata meski konsepnya masih tetap sama dengan pembawa acara yang sama yaitu Tukul Arwana.

Kali ini teguran ditujukan juga pelawak Tukul Arwana karena melanggar norma kesopanan dan kesusilaan. KPI melihat, Tukul Arwana dan bintang tamu yang diundang banyak mengeluarkan celetukan-celetukan yang mengarah pada hal-hal yang berbau seks. Tukul juga dinilai tidak etis karena membelai wanita dan hendak mencium. (wik)

Vega 'Bukan Empat Mata' Kecewa

Artis Vega Darwanthy mengaku sangat kecewa jam tayang Bukan Empat Mata oleh dikurangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Yakni, dari lima kali seminggu menjadi tiga kali seminggu.

Pengurangan jam tayang tersebut merupakan sanksi yang diberikan KPI atas kalimat jorok yang dilontarkan personel grup Kangen Band yang menjadi tamunya. ”Saya belum mendengar mengenai sanksi yang diberikan KPI kepada Bukan Empat Mata. Tetapi setelah mendengar ini saya kecewa, tetapi tidak marah,” ujar Vega saat dihubungi Warta Kota, Senin (15/6).

Kekecewaan Vega tidak lepas dari kesalahan yang sebenarnya dibuat oleh bintang tamunya, bukan oleh pihak pembawa acara yakni Tukul Arwana atau pendampingnya. Bahkan kata-kata jorok yang keluar dari personel Kangen Band juga tidak dipicu Tukul. Yang melakukannya sesama personel Kangen Band sendiri.

Ia merasa aura Bukan Empat Mata akan berkurang karena harus ditayangkan dalam siaran tunda atau rekaman. Padahal, aura tayangan tersebut justru muncul tidak hanya dari kelucuan pembawa acara tetapi juga dari penonton yang benar-benar datang untuk menyaksikan acara Bukan Empat Mata dan tidak dibayar.

”Siaran langsung itu lebih hidup. Kalau siaran tunda, jelas ini tidak mungkin kita lakukan,” papar Vega yang merasa Bukan Empat Mata selalu diincar oleh KPI.

Menurut Ketua KPI Sasa Djuarsa, selain dikenai pengurangan jam tayang, Bukan Empat Mata juga harus rela untuk memundurkan waktu tayangnya, yaitu mulai pukul 22.00. Trans7 sudah bisa menyiarkan siaran tunda Bukan Empat Mata mulai pekan ini. Jadwal siaran langsung tiga kali seminggu yaitu hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

”Setelah kami mendengar klarifikasi dari pihak Trans7, kami bisa menerima klarifikasi tersebut. Karena kata-kata yang terucap itu di luar dugaan produser dan pembawa acara. Setelah rapat, kami memberi pengecualian tetapi tetap ada sanksi,” ujar Sasa. (wik)

Nuri Maulida Belajar Dari Peran

Aktris dan presenter Nuri Maulida mengaku banyak mengambil manfaat dari perannya sebagai Kayla di sinetron Cinta Fitri. Karakter yang dibawakannya merupakan orang yang sabar dan selalu membela sesuatu yang benar.

"Aku sangat mencintai peran Kayla ini jadi aku harap karakternya di session keempat ini tidak berubah. Kayla itu selalu menyerahkan segalanya kepada keputusan Allah," ujar Nuri Maulida, ketika ditemui di sela-sela syuting Cinta Fitri baru-baru ini.

Tidak heran jika Nuri banyak mengambil contoh dari karakter Kayla. Ia bahkan menerapkan peran Kayla dalam kehidupannya sehari-hari, misalnya ketaatan Kayla dalam segi ibadah. Atau kesabarannya dalam menghadapi masalah dan kedewasaanya menghadapi segala hal.

Namun, peran protagonis yang dibawakan oleh cewek kelahiran Bandung 22 November 1985 ini ternyata tidak membuatnya puas. Ia merasa tetap ingin mendapat banyak peran lagi termasuk berperan antagonis.

Bintang film Angkerbatu (2007), Lawang Sewu (2007), dan Liar (2008) ini mengaku dirinya pernah mendapat peran antagonis dan ternyata menurut pandangan orang, peran yang ia bawakan sangat bagus sehingga citra dirinya sebagai pemain dengan peran protagonis tidak terlihat lagi.

"Tetapi itu sulit sekali. Karena dari make-up aku yang selalu protagonis, aku harus beradegan lebih ekstra keras lagi. Ternyata banyak orang yang bilang aku dapat karakter itu dan bisa membawakannya dengan baik. Aku rasa kalau kita memainkan dengan total, pasti bisa," ungkap artis yang melejit lewat perannya di film Me Vs High Heels ini.

Bagi Nuri, peran apapun yang akan dia mainkan dalam berbagai drama maupun film, harus dilakoni dengan sebaik-baiknya. Kecintaannya pada dunia akting membuatnya siap untuk menghadapi apapun karakter yang harus ia mainkan. (wik)

Senin, 13 Juli 2009

Indra Bekti Segera Menikah

Presenter Indra Bekti telah mengikat janji setianya dengan sang kekasih. Ikatan itu diwujudkan dalam bentuk cincin pasangan berwarna putih yang ia kenakan di jari manisnya. Namun demikian mereka baru akan menikah tahun 2011.

”Cincin ini sebenarnya pacar yang kasih karena di Malaysia dia banyak yang ngelamar. Jadi, cincin ini biar orang tahu kalau dia sudah punya pacar,” ujar Indra Bekti sambil memamerkan cincinnya.

Indra tak menyebutkan secara lengkap tentang kekasihnya tersebut. Ia hanya menyebut wanita tersebut berinisial D. Perkenalan mereka terjadi dua tahun lalu. Saat itu, Indra yang baru pulang mengikuti sebuah acara di Bangkok, Thailand, transit di Malaysia. Kebetulan, sang pacar juga hendak pulang ke Jakarta setelah mengikuti acara kantornya.

Sambil menanti pesawat, mereka bertemu. Awalnya, teman gadis keturunan Belanda-Arab berinisial D ini ingin difoto bareng Indra. Dengan setengah hati, pacar Indra pun menyetujuinya.

”Karena saya lihat dia cantik banget, saya tanya dia apa dia mau foto dengan saya. Eh, ternyata dia tidak mau,” cerita Indra.

Melihat minat Indra pada sang cewek cukup besar, Irfan Hakim yang saat itu sedang bersama Indra langsung meminta nomor telepon sang cewek. Sejak itulah hubungan Indra dan sang pacar dimulai.

”Waktu itu saya bilang, saya tidak lagi mencari pacar tetapi saya mencari istri. Ternyata dia juga serius dan kami resmi berpacaran,” katanya. (wik)

Shireen Sungkar Tunda Kuliah

Pesinetron Shireen Sungkar menolak menyebutkan nilai akhir yang ia peroleh setelah dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN). Kekasih Adly Fairuz ini merasa dirinya tidak nyaman jika harus menyebutkan nilai yang ia peroleh.

Katanya bisa lulus saja sudah membuatnya bahagia mengingat kesibukannya yang sangat padat dan pengumuman ujian yang cukup lama. Setelah lulus, Shireen termasuk yang ikut melakukan kebiasaan mencoret-coret baju SMA-nya. "Tapi menurut aku, itu tidak boleh dibudayakan. Aku melakukan itu hanya untuk senang-senang saja," ujar Shireen di sela-sela syuting sinetron Cinta Fitri Session Ramadan, Rabu (17/6).

Usai menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya, Shireen belum berencana melanjutkan kuliah. Bahkan ia membantah ketika wartawan mengkonfirmasi gosip yang menyatakan bahwa ia akan melanjutkan kuliah di Australia. "Kemarin memang baru pulang dari Australia. Aku hanya liburan saja di sana. Aku ingin kuliah, tetapi tidak sekarang," ungkap Shireen sambil tertawa kecil.

Walaupun tidak segera melanjutkan kuliahnya, bukan berarti Shireen menyepelekan pendidikannya. Ia masih ingin fokus pada pekerjaanya. Agar rencana melanjutkan kuliah di luar negri terlaksana, tentunya Shireen harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Ia akan mengikuti kursus yang berhubungan dengan pendidikan yang hendak diambilnya.

Menanggapi sinetron Cinta Fitri yang akan kembali tayang di bulan Juli mendatang, Shireen mengaku merasa senang dan memiliki banyak tantangan karakter yang harus dilakoninya selama syuting sinetron Cinta Fitri.

"Karakter aku makin meningkat. Karakter berubah sesuai konflik yang terjadi. Namanya manusia, ya tidak bisa begitu saja, harus bisa berubah sesuai keadaan. Ceritanya tidak monoton jadi tidak bosan," ujar Shireen yang sering memberi masukan pada penulis dan sutradara. Di Cinta Fitri Session ke-4 Shireen menjadi seorang ibu dari bayi yang dikandungnya. Karakter ibu ini akan diperankan Shireen dengan sebaik-baiknya. (wik)

Rhoma Irama Dukung KDI 6

Untuk pertama kalinya, raja dangdut Indonesia, H Rhoma Irama, menjadi pendukung Kontes Dangdut TPI (KDI).

Walaupun tidak berada di depan layar, Rhoma akan mendukung penuh KDI 6 dan menjadi remote voter yang bertugas menilai penampilan kontestan secara jarak jauh melalui SMS.

"Ini merupakan kehormatan bagi KDI bisa menghadirkan H Rhoma Irama, karena selama enam bulan kita menyakinkan beliau untuk KDI," ujar Yusrizal, program manager KDI dalam jumpa pers perkenalan kontestan KDI 6, Selasa (19/5).

Pihak TPI sebenarnya telah berkali-kali meminta kesediaan Rhoma Irama untuk menjadi juri maupun komentator KDI, namun sikap Rhoma terhadap KDI belum sesuai prinsipnya.

Namun, setelah KDI memperlihatkan hasil jebolan kontestan mereka yang siap bersaing di dunia musik dangdut, bahkan bisa menjadi idola pencinta dangdut, Rhoma Irama akhirnya bersedia menjadi pendukung KDI meski hanya di belakang layar.

Selain itu, kebetulan pula Rhoma tengah melakukan revolusi dangdut melalui Sonet 2 Band sehingga bisa klop dengan KDI. Rhoma akan bertugas sebagai remote voter hingga babak terakhir KDI 6.

Rhoma akan menilai kemampuan vokal dan penampilan setiap kontestan dalam setiap episodenya. Nilai yang ia berikan akan membantu para peserta untuk lolos atau tidak ke babak berikutnya.

Sistem remote voter ini merupakan sistem baru yang dilakukan oleh KDI. Peserta yang lolos tidak hanya ditentukan oleh sms yang dikirim pemirsa tetapi merupakan akumulasi dari nilai remote voter dan SMS.

Peserta yang suaranya bagus tetapi kiriman SMS tidak terlalu banyak, bisa saja lolos jika juri remote voter memberikan nilai yang tinggi.

Selain Rhoma Irama, ada dua pedangdut lain yang akan memberikan suara melalui remote voter. Dua pedangdut tersebut, bisa berubah di setiap episodenya.

Pada Gerbang KDI 6, remote voter yang telah bertugas adalah Rita Sugiharto, Ikke Nurjanah, Evie Tamala, Fazal Dath, Kristina, Iis Dahlia, juga Purwacaraka.

Dengan adanya remote voter ini, maka komentator seperti yang selalu dilakukan pada KDI tahun-tahun sebelumnya kini ditiadakan. Di setiap episode akan hadir penasihat tunggal yakni Bertha yang bertugas mengeksplorasi potensi kontestan dengan memberikanmasukan atau kritikan yang bersifat membangun kepada kontestan mengenai cara bernyanyi yang baik dan benar.

Untuk pemirsa, KDI 6 memberikan tampilan baru yang lebih menarik. Pemirsa maupun pengisi acara bisa memberikan kritikan atau pujian melalui SMS interaktif kepada Bertha yang langsung melihat di layar TV plasma yang ada di hadapannya.

Bagi SMS yang menarik akan mendapat tanggapan langsung oleh Bertha. Sebanyak 20 kontestan KDI 6 akan bersaing mulai tanggal 23 Mei 2009 dan disiarkan langsung di TPI pukul 19.00 hingga 23.00. (wik)

Inilah 20 Kontestan KDI
1. Rahma (Aceh)
2. Hendra (Polewali Mandar)
3. Tari (Padang)
4. Fendi (Palembang)
5. Putra (Langkat)
6. Via (Banjarmasin)
7. Yudi (Bengkulu)
8. Yuni (Makassar)
9. Fika (Makassar)
10. Poni (Banjarmasin)
11. Dinda (Medan)
12. Adnan (Polewali Mandar)
13. Rini (Banjarmasin)
14. Riska (Bandung)
15. Meti (Grobogan)
16. Givri (Medan)
17. Devi (Cirebon)
18. Iva (Sumedang)
19. Ayu (Surabaya)
20. Ila (Palu)

Termehek-mehek Bohongi Penonton

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Fetty Fajriati Misbach mengatakan program televisi Termehek-mehek (Trans TV) membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas.

”Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Ini membohongi masyarakat,” kata Fetty seusai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam, Kamis (11/6).

Termehek-mehek adalah salah satu program yang dianggap paling disukai oleh pemirsa. Jam tayangnya yang prime time, yaitu pukul 18.15-19.00, hingga back song-nya yang keren dan syahdu membuat acara ini makin diminati. Acara ini disiarkan dua kali seminggu, yaitu setiap Sabtu dan Minggu.

Dalam bahasa Jawa, istilah nggak mehek artinya kurang lebih meremehkan atau menganggap kecil sesuatu. Namun dalam bahasa gaul, termehek-mehek mempunyai arti menangis tersedu-sedu.

Acara ini muncul sekitar Mei 2008 dan segera menarik perhatian mayoritas pemirsa TV. Ide acara adalah membantu mencari seseorang yang lama hilang. Jalinan ceritanya begitu memesona karena dibuat seakan-akan nyata dan dengan sebenarnya terjadi.

Menurut Fetty, tayangan Termehek-mehek telah dibumbui skenario yang didramatisasi. Jadi, sudah seharusnya tim program Termehek-mehek jujur dengan menyebut acara itu sebagai drama reality, bukan reality show.

”Pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat, membuktikan pembohongan,” kata Fetty. ”Dengan adanya tulisan itu, tayangan tersebut seolah-olah nyata,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Panca, perwakilan Trans Corporation mengakui bahwa Termehek-mehek tidaklah murni kisah nyata, melainkan sebuah drama reality. ”Dari awal, kita maunya drama reality, tetapi AC Nielsen tidak memiliki genre itu,” katanya.

Karena keperluan survei pemirsa itulah, Termehek-mehek dilabeli reality show sehingga bisa disurvei. Berdasarkan data AC Nielsen pada akhir tahun 2008, Termehek-mehek merupakan program paling populer dengan raihan rating 7,2 poin dan share 27,3 persen. Angka-angka ini tertinggi dari semua acara reality show di beberapa stasiun televisi.

Rekayasa
Termehek-mehek hampir semua episode adalah rekayasa! Cara gampang untuk mengenali bahwa acara ini adalah rekayasa bisa diperhatikan dari kualitas suara yang jernih ketika terjadi percakapan antara host, klien, dan target. Kejernihan suara itu karena adanya chip untuk mikrofon yang biasanya dipasang di baju.

Begitu pula dengan para pelaku yang terlibat dalam acara itu. Jika penonton jeli, pasti akan tahu bahwa beberapa pemeran atau pemainnya adalah pemain sinetron meskipun hanya sebagai tokoh figuran. ”Jangan heran kalau kita mendapatkan seorang pelaku bermain di dua episiode Termehek-mehek,” kata Arif, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Menurut Arif, kepastian bahwa itu rekayasa diperoleh dari temannya yang pernah menjadi pemain dalam acara Termehek-mehek. ”Sehari setelah dia tampil di acara itu, saya telepon dia. Ternyata dia menjawab itu bohongan. Dia main seperti bintang film mengikuti skenario,” katanya.

Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan Trans Corporation yang tidak mau disebut namanya, hampir setiap hari di stasiun TV tempatnya bekerja diadakan casting atau seleksi bagi para pemain Termehek-mehek. ”Casting-nya di lantai dasar, biasanya siang hari. Memang nggak terlalu banyak sih,” ujarnya.

Tidak ada tulisan ”casting termehek-mehek” di tempat itu. ”Kalau ada tulisannya, entar semuanya tahu, kalau ini kan yang tau cuma orang kantor,” tuturnya lagi.

Menanggapi komentar masyarakat yang mengatakan acara Termehek-mehek direkayasa, Planning & Schedule Dept Head Programing Division Trans TV, Aries Ananda, mengakui bahwa sebagian dari acara ini memang rekayasa. Namun, ia membantah kalau cerita itu diambil bukan dari kisah asli.

”Ada yang memang kami reka adegannya karena narasumbernya tidak mau ditampilkan di televisi. Jadi biar acaranya menjadi baik, terpaksa dilakukan reka adegan. Namun, ceritanya sendiri merupakan kisah nyata,” ungkap Aries.

Pada situs jejaring sosial Facebook, terdapat grup anti-Termehek-mehek. Hingga kemarin, jumlah anggota grup ini mencapai 6.845 orang. Dalam grup dituliskan, ”group ini di dedikasikan untuk semua orang yang benci Termehek-mehek yang disiarkan oleh Trans TV, karena semua yang ada di sana adalah skenario dan tipuan dan benar benar tidak mendidik".
(Ant/sab/wik)

Bikin Operet, Maudy Tegang


Presenter dan None Jakarta 1993, Maudy Koesnaedi, untuk pertama kalinya menjadi produser operet, yakni sandiwara musikal Betawi berjudul Cinta Dasima yang akan digelar di Gedung
Kesenian Jakarta (GKJ) pada 16-17 Mei.

Maudy pun tak bisa menutupi ketegangan menjelang hari H pergelaran operet tersebut. Bahkan saat melakukan geladi resik di Gedung Menza, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (13/5) malam, raut ketegangan pada wajahnya tak bisa ditutupi lagi. Sesekali ia tampak termenung, lalu mengernyitkan dahi.

”Yang bikin saya deg-degan karena ini pengalaman pertama dan saya tidak ingin ada masalah,” ujar presenter yang namanya melejit melalui tokoh Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu.

Sebagai salah satu senior di Ikatan Abang-None Jakarta Utara, Maudy mengaku kesulitan menolak permintaan rekan-rekannya menjadi produser sandiwara Cinta Dasima. Kini ia berusaha sekuat tenaga agar harapan rekan- rekannya itu bisa terwujud sesuai harapan.

Rupanya, hingga dua hari menjelang pergelaran, ketegangan Maudy belum juga surut. Penyebab ketegangan kali ini terkuak karena persoalan dana yang terbatas. ”Saya sebagai produser paling parah banget berkorban. Tetapi yang lain juga punya banyak pengorbanan,” kata artis kelahiran Jakarta 8 April 1975 itu saat yang kembali ditemui wartawan, Kamis (14/5).

Pergelaran itu akan melibatkan puluhan pemain. Namun kerena dana terbatas, Maudy mengaku hanya bisa melakukan pertunjukan dua kali. Selain itu gladi resik yang seharusnya dilakukan di GKJ terpaksa diurungkan karena tak ada punya dana lagi untuk sewa gedung. (cel/wik)

Jumat, 10 Juli 2009

Tukul dan Anjasmara Dipantau KPI




Belum lama ditayangkan di stasiun TPI, reality show Curhat Dengan Anjasmara langsung mendapat pantauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Perhatian KPI pada acara yang jenisnya tidak jauh berbeda dari acara Termehek-mehek di Trans TV itu tidak lepas dari banyaknya pengaduan dari masyarakat yang masuk ke KPI.

"Saya tidak tahu berapa jumlah pengaduan yang masuk ke KPI. Tetapi yang saya dengar memang banyak yang mengadukan acara Curhat Dengan Anjasmara. Jadi, acara ini masih dalam pantauan kami," tutur Nina Armando Msi, wakil ketua tim panelis, di sela-sela jumpa pers Pengumuman Hasil Pantauan KPI periode Februari di Gedung Bapeten, Rabu (6/5).

Program talkshow Curhat Dengan Anjasmara merupakan program reality show sejenis Termehek-mehek. Program ini menampilkan bintang tamu yang memiliki masalah yang kemudian dipertemukan untuk dibahas dan diselesaikan.

Sejumlah masyarakat yang mengirimkan pengaduan meminta KPI memantau tayangan yang dalam iklannya memperlihatkan pertengkaran berlebihan.

Hal yang sama juga dihadapi program acara Termehek-mehek. Program yang masih dalam pantauan KPI ini masih belum bisa ditetapkan sebagai program acara reality show atau sinetron lepas mengingat banyak keanehan yang muncul dalam penayangannya.

Misalnya, penggunaan tata bahasa pemain ketika berada dalam kondisi emosi. "Seseorang kalau sedang emosi, biasanya kata-kata yang dilontarkan tidak teratur. Tetapi di acara itu, justru menggunakan tata bahasa yang teratur. Ini membuat kami masih mempertimbangkan apakah acara ini benar reality show atau kita masukkan dalam program sinetron lepas," tutur Nina.

Jika sudah jelas jenis programnya, KPI bisa memberikan batasan-batasan yang lebih tepat, karena Termehek-mehek dianggap termasuk tayangan yang cukup bermasalah mengingat pemandu acara kerap kali bukan menjadi penengah dari suatu masalah.

Sebuah program reality show seharusnya membuat sebuah masalah menjadi lebih baik bukan menjadi lebih ruwet. Setiap cerita yang ditayangkan pada Termehek-mehek justru semakin meruwetkan masalah yang ada.

Sementara itu, sebanyak tujuh program acara televisi mendapat teguran dari KPI, di antaranya adalah Dahsyat dan Bukan Empat Mata. Acara musik Dahsyat yang dipandu oleh Luna Maya, Olga Syahputra, dan Raffi Ahmad dianggap mengandung unsur porno dalam setiap celetukan-celetukannya.

Pada program Dahsyat yang ditayangkan tanggal 1 Mei 2009 pukul 09.00, KPI menilai pembawa acara mengucapkan kata-kata vulgar yang tidak pantas disiarkan di televisi. Pantauan pada program Dahsyat ini tidak lepas dari pengaduan masyarakat yang masuk ke KPI.

Untuk program Bukan Empat Mata yang dipandu pelawak Tukul Arwana, kembali menuai teguran. Sebelumnya, program yang hanya berganti nama itu telah mendapat teguran dari KPI ketika masih bernama Empat Mata.

Kemudian, nama acara diganti menjadi Bukan Empat Mata meski isi program semuanya sama. Bukan Empat Mata ditegur karena melanggar norma kesopanan dan kesusilaan.

Pada program ini, pembawa acara yakni Tukul Arwana dan bintang tamu yang diundang banyak mengeluarkan celetukan-celetukan yang mengarah pada hal-hal yang berbau seks. Tukul juga dinilai tidak etis karena membelai wanita dan hendak mencium.

Teguran lainnya juga ditujukan kepada program Big Movie di Global TV yang menayangkan film asing berjudul Man of Wars, US Seal 2, Air Marshall, dan Prophet.

Film-film ini dinilai menampilkan adegan kekerasan fisik yang sangat intensif dan dilakukan tanpa atau dengan senjata. Cara pembunuhan juga diperlihatkan close- up hingga tergambar dengan rinci bagaimana senjata digunakan untuk membunuh sekaligus ekspresi wajah korban. Muncul juga dalam film-film ini kata-kata kasar dan makian dalam bahasa Inggris.

Teguran juga ditujukan pada program acara Sinetron Lepas Indosiar (FTV). Acara ini banyak menampilkan kekerasan verbal dan fisik dengan atau tanpa senjata dalam bentuk memukul, menjambak, juga menendang.

Kekerasan itu melibatkan anak-anak, remaja, dan orangtua baik sebagai korban maupun pelaku. Apalagi klasifikasi yang diberikan yaitu R (remaja) dan BO (bimbingan orangtua) ternyata tidak sesuai.

Pada pantauan bulan Februari 2009, KPI melakukan pemantauan untuk 15 program acara yang merupakan hasil pengaduan masyarakat. Dari 15 acara ini, ada 11 yang berpotensi melanggar etika penyiaran.

Dan setelah disaring lagi, hanya ada tujuh acara yang masuk wilayah lampu merah berupa teguran dan yang masuk zona lampu kuning berupa imbauan. (wik)

Acara yang mendapat teguran:
1. Big Movie-Global TV
2. Sinetron Lepas-Indosiar
3. Bukan Empat Mata-Trans7
4. Dahsyat-RCTI

Acara yang mendapat imbauan:
1. Bodo Amat Ah-TPI (sudah tidak tayang)
2. Lajang-antv
3. Cagur Naik Bajaj-antv

Pengaduan ke KPI
e-mail: kpi.go.id
ponsel: 081213070000
faks/telp: (021) 6340667/6340713