Tampilkan postingan dengan label Bugar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bugar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2008

Kawat Gigi Jalan Sakit Menuju Cantik


Saat ini, tidak aneh jika melihat orang yang giginya diberi kawat. Bahkan ada yang memakai kawat gigi full colours hanya karena ikutan tren. Padahal, proses pemasangan kawat gigi adalah proses yang sangat menyakitkan. Walah.

Ada dua alasan mengapa orang memakai kawat gigi: kesehatan dan kecantikan. Kawat gigi bisa membuat tampilan gigi rapi dan jika gigi sudah berubah penampilan wajah juga akan berbeda. Namun bila asal memakai, kawat gigi malah bisa merusak gigi dan rahang.
"Perawatan gigi yang salah, bisa menyebabkan fungsi gigi rusak dan masalah itu biasanya baru bisa dirasakan setelah sekian lama memakai kawat gigi," kata ahli ortodentis, Prof Dr Eky Soeria Soemantri, SpOrt di media gathering tentang ortodonti beberapa waktu yang lalu.
Perubahan ini karena penggunaan kawat gigi yang salah. Gigi yang terlihat tidak rapih atau berjejer rata, bisa saja fungsi giginya justru benar. Karena fungsi gigi dilihat dari keseluruhan fungsi kerja gigi dan rahang. Hal ini justru sering disalahartikan oleh masyarakat. Orang awam, melihat hanya dari penampilan luar gigi dan rahang, bukan secara keseluruhan fungsinya. Untuk itu, bila ada masalah pada gigi perlu berkonsultasi ke dokter ahli ortodonti. Jadi, jangan sekali-kali meminta pemasangan kawat gigi pada dokter yang bukan ahlinya.
Waktu pemasangan yang terbaik adalah di usia anak-anak, karena tulang dan gigi mereka masih di masa pertumbuhan sehingga proses perbaikan lebih mudah. Sedangkan bagi orang dewasa, harus ada alasan yang kuat untuk menggunakan kawat gigi karena tidak semua orang mampu menolerir rasa sakitnya. Selain itu ada tuntutan kedisiplinan, seperti lebih rajin menggosok gigi, lebih cermat membersihkan gigi, dan tidak boleh makan sembarangan. Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan kawat gigi adalah faktor biaya yang cukup mahal.

Luar dan dalam
Pemakaian kawat gigi yang tepat bisa merubah susunan gigi dan betuk rahang ke bentuk yang lebih sempurna. Bentuk rahang yang tidak bagus akan mempengaruhi kesehatan, seperti sakit kepala atau tidak lancarnya pencernaan karena proses pengunyahan makanan yang tidak benar.
Kawat gigi, berdasarkan letaknya dibagi menjadi dua jenis ekstraoral dan intraoral (di luar dan di dalam mulut). Kawat yang dipakai di luar mulut biasanya digunakan untuk bentuk dagu yang terlalu panjang sehingga bentuk dagu bisa diperbaiki. Sementara kawat intraoral dibedakan menjadi removable dan fixed appliance.
Kawat gigi removable bisa dilepas-pasang oleh pasien, bentuknya berupa sebaris kawat dengan pelat di langit-langit. Pada umumnya jenis ini digunakan untuk anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun dan kasusnya ringan. Sedangkan kawat gigi fixed appliance adalah kawat yang ditempel di bagian depan gigi dan sedikit di bagian dalam gigi. Fixed appliance dibagi lagi berdasarkan bahan yang ditempel pada gigi (dinamakan breket), ada yang terbuat dari metal dan nonmetal. Metal biasanya berwarna silver atau gold. Sedangkan nonmetal dapat berupa keramik, plastik, komposit yang transparan atau berwarna-warni.(wik)

Jangan Asal Pasang
Memasang kawat gigi tidak boleh dilakukan sembarang dokter gigi. Harus dokter yang memiliki gelar Spesialis Ortodentis yang bisa melakukannya. Sayangnya, spesialis ini tidak banyak sebab pendidikan spesialis cukup lama sebab begitu banyak masalah gigi yang harus dipelajari. Akibatnya, banyak dokter gigi umum yang nekat memberikan perawatan sehingga seringkali timbul kesalahan perawatan.
"Bila datang ke dokter yang salah bisa sangat bahaya. Jangan main-main dengan kawat gigi karena dampak kerusakannya bisa seumur hidup. Kepala bisa pusing-pusing, gangguan pada rahang, dan jika terlanjur rusak akan sulit diperbaiki," kata Prof Dr Eky Soeria Soemantri, SpOrt, dokter ahli ortodenti dan dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung.
Ortodonti merupakan salah satu dari tujuh cabang kedokteran gigi. Tujuan utama perawatan ortodonti adalah memperbaiki oklusi yaitu susunan gigi di rahang atas dan bawah pada waktu mulut menutup. Sebagian besar orang memiliki oklusi tidak normal, misalnya rahang bawah atau rahang atas terlalu maju. Bisa dikatakan bahwa sekitar 80 persen orang di dunia membutuhkan kawat gigi karena memiliki susunan gigi dengan relasi rahang atas dan bawah yang abnormal.
Sebagian besar dari maloklusi (kelainan kontak) merupakan bawaan atau keturunan. Dalam hal ini termasuk gigi berjejal, gigi beruang atau memiliki celahdi antara gigi, kelebihan atau kekurangan gigi, celah bibir dan langit, serta kelainan pada rahang dan muka. Maloklusi juga bisa ditimbulkan oleh kebiasaan buruk misalnya kebiasaan mengisap jari tangan sejak kecil, kebiasaan menjulurkan lidah, atau kecelakaan yang mengakibatkan gigi rontok. (wik)

Gara-gara Tom Cruise
Aktor ganteng Tom Cruise boleh disebut sebagai orang yang memelopori pemakaian kawat gigi. Sekitar tahun 2000-an, Cruise mempertontonkan gigi berbehelnya itu. Ia memakai kawat gigi berbahan polimer bening untuk merapikan gigi "kelincinya". Efeknya luar biasa, setelah beberapa lama memakai kawat, Cruise kelihatan tambah ganteng dan senyumnya tambah menawan.
Di Indonesia, beberapa artis juga memakai kawat gigi. Senyum cantiknya Titi DJ didapatnya karena giginya dirapikan dengan kawat gigi. Presenter Tamara Geraldine dan penyanyi jazz Syaharani juga pakai kawat gigi. Mereka mengaku bahwa kawat gigi yang mereka pakai sempat memengaruhi karier mereka. Maklum, selama memakai kawat, mereka jadi tidak bisa bebas membuka mulut.
"Agak kagok kalau ngomong apa lagi nyanyi," aku Syaharani dulu.
Artis remaja Allysa Soebandono juga memakai kawat gigi. Si cantik ini juga mengaku agak kagok saat harus mengucapkan dialog sinetron. Tapi, semua penderitaan itu dijalaninya demi penampilan fisik yang lebih baik.
Pemain sinetron lainnya, Dhini Aminarti juga memakai kawat gigi. etapi kawat Dhini agak unik sebab behel itu dipasang di bagian dalam giginya sehingga tidak terlihat dari luar. Tetapi karena kawat giginya di bagian dalam, Dhini mengaku sedikit repot merawatnya.
"Kan pakai kawat gigi harus rajin bersihin gigi. Ini agak repot ngebersihinnya. Jadi, harus sering-sering ke dokter gigi deh," katanya.
Sama seperti artis lain yang memakai kawat gigi, Dhini mengaku jadi sulit berbicara. "Seperti ada yang mengganjal begitu," katanya.
Kawat gigi sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno (3.000 - 2.200 SM). Dahulu orang mengaitkan geligi dengan kawat emas untuk mencegahnya goyang. Pierre Fauchard pun sudah membahas cara merapikan gigi dalam buku The Surgeon Dentist pada 1728. Disusul Edward Hartley Angle, yang pada 1887 memperkenalkan alat perapi gigi dan tata penggolongan sederhana untuk maloklusi (ketakteraturan letak gigi), yang masih dipakai sampai sekarang. Berikutnya, Bourdet mengupas baris geligi dan penggunaan alat perapi dalam mulut dalam buku The Dentists Art (1957). (wik/sra)

Bagaimana Rasanya Pakai Kawat?
Efek penggunaan kawat gigi:
1. Mengalami sariawan disertai rasa ngilu
2. Mengalami inflamasi (radang gusi) yang menyebabkan gusi mudah berdarah
3. Nyeri/sakit yang dirasakan adalah hal yang wajar karena adanya proses Resorpsi dan aposisi ( hal ini yang menyebabkan gigi bisa berpindah). biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah 3-7hari.

Solusi untuk mengatasi rasa sakit itu:
1. Lakukanlah pengontrolan gigi minimal 3 minggu sekali
2. Menggunakan sikat gigi khusus, terutama untuk bagian celah gigi
3. Penggunaan sikat gigi yang bulunya keras bisa menyebabkan pembengkakan gusi
4. Rajin melakukan scalling (pembersihan karang gigi)
5. Mengonsumsi makanan yang tidak terlalu keras, karena makanan keras selain akan memberikan rasa sakit, juga bisa menyebabkan kawat terlepas. (wik)

Diterbitkan, Minggu 08 Juni 2008

Giok Hangat Pembangkit Energi







Energi tubuh bisa habis, bahkan meskipun kegiatan Anda hanya duduk atau tidur. Apalagi kalau Anda bekerja sepekan penuh tanpa istirahat yang cukup atau tanpa makan makanan bergizi. Banyak cara yang dilakukan orang untuk mengembalikan kebugaran tubuh entah berlibur atau sekadar istirahat saja. Nah, dari sekian banyak pilihan itu, yang satu ini patut dicoba.

Coba kembalikan energi tubuh melalui pemijatan dengan batu giok (jade stone massage). Konon, batu giok mampu meningkatkan sirkulasi darah, mencegah penuaan dini, dan menghilangkan keletihan.
Banyaknya kelebihan yang dimiliki batu giok, membuat para peneliti terpikat untuk menelitinya. Ternyata, di dalam batu giok, terdapat beberapa zat penting seperti kalsium, potasium, besi, dan magnesium. Elemen-elemen inilah yang bisa membantu memberikan kesegaran pada tubuh. Itu sebabnya, pijat batu giok diminati banyak orang.
"Kami memang menggunakan giok untuk pijat. Tetapi kami kombinasikan dengan pijat dengan tangan. Ini akan membantu memberikan kesegaran," ujar Kris Hartini, trainer Klinik Murad cabang Harmoni, kepada Warta Kota.
Giok yang digunakan untuk pemijatan di Klinik Murad ada delapan jenis. Sebelum digunakan, batu-batu itu dipanaskan. Pemanasan yang dilakukan bertujuan untuk mengeluarkan energi yang ada di dalam giok, sehingga saat dipakai untuk memijat, energi dari giok akan meresap ke dalam tubuh. Energi giok itu akan membantu memperlancar peredaran darah dan memberikan kesegaran tubuh.
"Kalau giok dingin, khasiatnya tidak akan terasa. Dengan pemanasan giok akan memancarkan aura positif ke dalam tubuh dan memberikan efek relaksasi," papar Kris.

Wajib mandi
Sebelum pijat giok dilakukan, pelanggan disarankan untuk mandi. Mandi bermanfaat untuk membuat tubuh lebih santai. Lagipula pemijatan dilakukan dengan minyak yang dicampur dengan ramuan aromaterapi yang bisa membuat badan dan pikiran rileks. Setelah pemijatan, aromaterapi itu akan tetap semerbak di tubuh. Itu sebabnya, sehabis pijat, pelanggan tidak dianjurkan langsung mandi.
Tidak hanya soal aroma, tubuh yang bersih juga akan memancarkan aura yang bagus. Manfaat giok memang akan terasa maksimal bila aura tubuh bagus. Jadi, mandi sebelum pijat bisa meningkatkan manfaat giok.
Proses pemijatan dengan giok dilakukan selama 30 menit. Tidak boleh lebih atau kurang karena hasilnya tidak terlalu bagus. Pemijatan harus dilakukan oleh trainer yang terdidik yang akan mencari titik-titik akupuntur. Titik-titik ini, merupakan jalur peredaran darah yang menghubungkan organ-organ tubuh. Pijatan pada titik-titik tertentu akan membantu memperlancar sirkulasi darah sehingga penyakit bisa disembuhkan.
Setelah melakukan pijat giok, dilanjutkan dengan pijat manual dengan tangan selama 1,5 jam. Pemijatan ini pun tidak boleh lebih atau kurang agar hasilnya maksimal.
Pijat giok bisa juga dilakukan di rumah. Tetapi, biasanya hasilnya kurang maksimal karena tidak semua orang mengetahui teknik memijat dan titik-titik akupuntur.

Diterbitkan pada 25 Mei 2008

Berkerudung Tapi Sehat


Rambut adalah mahkota wanita. Semakin sehat rambut, semakin menarik wanita itu. Karena itu, banyak wanita yang rela menghabiskan uang dan waktu demi merawat rambutnya. Lantas, bagaimana dengan rambut wanita yang berkerudung? Banyak wanita Muslim yang ragu untuk mengenakan kerudung karena khawatir rambutnya menjadi rusak. Tetapi ada pula wanita yang rela rambutnya rusak, asal bisa memenuhi kewajiban sebagai Muslimah.
Sebenarnya, masalah kesehatan rambut itu bukan alasan untuk tidak menunaikan ibadah. Semua masalah bisa diatasi asalkan wanita yang hendak maupun telah berkerudung bisa merawat rambutnya dengan telaten.
"Wanita berkerudung harus lebih rajin merawat rambutnya. Saya punya pelanggan dari negara Timur Tengah yang menggunakan kerudung sampai yang terlihat hanya kedua bola matanya saja. Tetapi, begitu ia membuka kerudungnya di salon kami, rambutnya sangat cantik dan bersih terawat. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mengenakan kerudung, bukan berarti tidak bisa memiliki rambut indah," papar Linda Djalil, pemilik salon khusus wanita Allesa ketika ditemui Warta Kota beberapa waktu lalu.
Menutup kepala dengan kerudung bisa membuat rambut berketombe, rontok, lepek, atau berminyak. Hal ini disebabkan karena rambut dan kulit kepala menjadi lembab sehingga bakteri yang dikenal dengan nama Pityrosporum ovale atau P. ovale, bakteri penyebab masalah rambut hidup subur.
Dalam jumlah sedikit, bakteri tidak akan menimbulkan masalah. Bakteri akan terjaga dengan stabil pada pH kulit kepala normal 4,5 hingga 5,5 asam. Perubahan cuaca, hormon, stres, pemakaian sabun dan sampo yang salah bisa meningkatkan kelembaban dan membuat PH kulit kepala berubah. Perubahan yang ditandai dengan produksi minyak berlebihan ini membuat jamur P.ovale berkembang biak.
Ketombe atau pityriasis capitis sebenarnya wajar ada pada kulit kepala manusia. Hanya saja, jika jumlahnya berlebihan akan mengakibatkan rambut rontok dan merangsang masalah-masalah kulit lainnya. Ketombe juga memberikan masalah pada penampilan yang menyebabkan orang tidak percaya diri.
Untuk menjaga kondisi kulit kepala dan rambut tetap baik, wanita berkerudung, perlu melakukan perawatan secara berkala. Bisa dilakukan di rumah, tetapi bisa juga di salon. Dan perawatan yang dianggap cocok adalah perawatan rambut detox.
"Ini perawatan rambut yang mirip dengan creambath. Tidak jauh berbeda kerjanya dengan creambath tetapi lebih fokus untuk menghilangkan kotoran kulit kepala dan rambut," ujar Jerry Pravda, penata rambut ternama saat dihubungi Warta Kota.
Detox lebih baik digunakan dua minggu sekali untuk mereka yang tidak menggunakan kerudung. Tetapi, bila mereka menggunakan kerudung, sangat baik bila dilakukan seminggu sekali. Ini disebabkan karena nutrisi makanan yang harusnya diterima batang rambut terhambat. Namun, untuk kulit kepala dan rambut yang memiliki masalah lebih pelik, perawatan dilakukan setelah masalahnya didiagnosa.
Untuk membantu menjaga kondisi rambut yang telah dirawata dengan detox, Jerry menyarankan agar tetap melakukan cuci rambut di rumah minimal dua kali sehari. Sampo rambut yang digunakan pun harus sesuai dengan jenis rambut agar tidak menimbulkan masalah. (wik)

Publish: Minggu 20 April 2008