Jumat, 21 Desember 2007

Haier Ramaikan Pasar CDMA

Warta Kota
Terbitan : Jumat, 23 Maret 2007
Halaman : 11
Katagori : Jasa & Perdagangan
Penulis : wik


PT Haier Telecom Indonesia, produsen pesawat telepon seluler (ponsel) dengan merek dagang Haier, langsung menggebrak pasar Indonesia dengan menggandeng operator CDMA Esia dan Flexi.

”Kami melihat pertumbuhan pasar ponsel di Indonesia tumbuh beriringan dengan perkembangan operatornya. Makanya pasar ponsel di Indonesia menempati posisi keempat di pasar ponsel dunia,” ujar Arvind Mohindra, Chief Executif Officer PT Haier Telecom Indonesia, dalam peluncuran produk bundling Haier dengan Esia dan Flexi, Rabu (21/3).

Sebagai pemain baru, untuk menembus pasar besar yang telah didominasi beberapa produsen ternama, untuk sementara waktu Haier memutuskan meluncurkan produknya berbasis code division multiple access (CDMA). Sedangkan untuk produk GSM sedang dipersiapkan dan akan segera dilempar ke pasar.

Keputusan untuk meluncurkan produk CDMA terlebih dahulu tidak lepas dari peningkatan perkembangan pasar CDMA di Indonesia. Hingga akhir 2006, pertumbuhan pasar CDMA lebih dari 14 persen. Jumlah ini tidak jauh berbeda dibandingkan pasar ponsel di India yang mencapai 25 persen pada akhir 2006.

”Kami melihat pasar CDMA sangat penting, selain harga ponsel CDMA lebih murah dibandingkan GSM. Karena itu kami optimis bisa masuk lima besar di Indonesia dalam dua tahun mendatang,” ujar Arvind.

Menurut General Manager Sales Haier Telecomm Indonesia, Sentot Andalas, Haier meluncurkan produk CDMA karena pertimbangan pasar low-end yang masih besar. Selain itu, pertimbangan harga juga dihitung karena sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang masih mengedepankan harga.

”Masyarakat masih mengutamakan harga ponsel ketika akan membeli. Karena itu kita luncurkan produk murah dengan desain sama dengan ponsel mahal,” ujar Sentot.

Sentot yakin ponsel Haier dengan harga murah yang di-bundling dengan Esia dan Flexi bisa menarik minat konsumen, meski casing Haier diproduksi di China, tetapi desainnya tetap dari Eropa. ”Haier menyadari banyak kekurangan yang ada pada produk-produk asal China. Namun, kami mengeliminir kekurangan tersebut dengan tetap mengambil desain dari Eropa,” katanya.

Saat ini baru dua produk yang diluncurkan yaitu D1000 dan D1600. Targetnya tahun ini akan ada 15 tipe CDMA dan GSM yang akan diluncurkan. Tipe D1000 dan D1600 memiliki teknologi ruim card (bukan injeksi nomor) dijual Rp 499.000/unit. Tipe D1600 di-bundling dengan Esia untuk wilayah Jabotabek, Jabar, dan Banten dengan harga pasar Rp 499.000/unit

Haier menargetkan penjualan selama tiga bulan ke depan mencapai 250.000 unit dengan rincian 200.000 unit untuk Flexi dan 50.000 untuk Esia. (wik)

Tidak ada komentar: