Tampilkan postingan dengan label wajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wajah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2009

Mengoreksi Kurang Sempurnanya Wajah

>  Pilih Botox, Esthelis, atau Aquamid

    Kecantikan merupakan dambaan kaum hawa. Tidak aneh jika banyak wanita yang seolah berlomba-lomba mencari tempat perawatan kecantikan yang pas. Soalnya, jika kurang hati-hati, penggunaan produk kecantikan yang tidak sesuai justru bisa menimbulkan masalah pada kulit wajah. 
    Beberapa jenis perawatan kecantikan yang kini digemari adalah Botox,  Esthelis, dan Aquamid. Botox merupakan perawatan untuk menghilangkan kerutan dan guratan pada wajah. Esthelis menghaluskan kerutan dan menghilangkan garis wajah. Sedangkan Aquamid    merupakan perawatan untuk membentuk wajah lebih indah. 
    ”Aquamid dan Esthelis merupakan perawatan wajah yang paling diminat karena  menggunakan bahan yang aman untuk wajah,” kata S Endah Sulistyani, Clinic Manager ARC Anti-aging Beauty Clinic kepada Warta Kota, Jumat (12/12).


                                                                                               
     

Perawatan Aquamid biasanya digunakan untuk bibir. Kerutan pada bibir akibat rokok, alkohol, dan pigmen, bisa menyebabkan volume bibir berkurang. Aquamid membantu menambah volume bibir. Bisa juga digunakan untuk pembesaran pipi dan dagu, serta mengoreksi kekurangsempurnaan wajah dan bekas luka.
    Dengan cara disuntik, Aquamid membuat bentuk wajah bertahan hingga lima tahun. Proses penyuntikan di bawah kulit dilakukan selama 30 menit dibantu dengan bius lokal. ”Kalau tidak dibius, rasa sakitnya sangat terasa karena suntiknya di bawah kulit,” ujar Endah.
    Bahan kimia yang digunakan untuk menambah volume bibir dengan perawatan Aquamid akan hilang sedikit demi sedikit dalam tubuh. Bahan kimia ini juga tidak berbahaya dan tidak mengendap di dalam tubuh. Setelah hilang, bibir biasanya akan kembali normal namun tidak seperti awal. ”Pasti lebih baik dari sebelum menggunakan Aquamid, karena masih ada sisa sedikit di dalam bibir,” lanjut Endah.

Gaya hidup
    Adapun perawatan Esthelis umumnya digunakan untuk mengurangi garis-garis wajah dan kerutan, khususnya garis-garis senyum dan kerutan dahi yang biasanya bertambah seiring bertambahnya usia. Esthelis digunakan pada titik-titik wajah yang menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti kerutan di antara kedua alis, kerutan dahi. Perawatan hanya bertahan selama satu tahun dan bisa diulang kembali. 
    Sementara itu Botox sampai sekarang juga masih menjadi pilihan. Perawatan yang diawali dengan ‘mengampelas’ wajah ini berfungsi untuk menghilangkan kerutan dan guratan pada wajah. Penggunaannya tidak pada seluruh wajah tetapi hanya dari hidung ke atas. Botox merelaksasi bagian otot wajah yang dikehendaki sehingga menghasilkan permukaan kulit yang mulus tanpa kerutan.
    Perawatan Botox banyak dipilih oleh wanita yang usianya di atas 40 tahun. Tetapi ada juga wanita pekerja berusia 30-an tahun yang memilihnya. ”Gaya hidup menyebabkan munculnya banyak masalah pada wajah atau karena pigmentasi,” kata Endah.
    Masalah-masalah yang terjadi pada wajah dan berat ringannya masalah yang terjadi, sebaiknya terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter juga akan memberi saran kepada pasien untuk menjaga pola hidup dan makanan. (wik)

                                                        

Banyak Dikunjungi Bule
    Klinik ARC di Jakarta yang berdiri tahun 2005 banyak dikunjungi pasien warga negara asing. Sebanyak 40 persen pasien yang datang merupakan orang asing, baik pria maupun wanita, yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya.
    Masalah yang dihadapi orang bule umumnya adalah perbedaan cuaca, suhu dan makanan. Perbedaan itu akhirnya berpengaruh pada kulit dan memunculkan berbagai masalah. 
    Untuk merawat mereka, produk yang digunakan tidak jauh berbeda dengan yang digunakan warga Indonesia. ”Tidak ada masalah dengan produk yang kami gunakan karena memang sudah tersedia untuk semua jenis ras kulit,” kata Endah.
    Jika di Jakarta pasien yang datang kebanyakan individu, lain halnya dengan cabang ARC di Bali. Cabang yang dibuka tahun 2002 itu justru sudah masuk dalam program pariwisata. ARC bekerja sama dengan sejumlah biro perjalanan di Bali. Program ARC dimasukkan ke dalam rangkaian tur yang dibuat oleh biro perjalanan.
    Program ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pada pelancong asing yang ke Bali. Selain menikmati pesona alam Bali, mereka juga bisa menikmati berbagai pilihan perawatan yang membuat wajah menjadi lebih cantik. Program itu dilakukan sejak tahun 2004.
    Sayangnya, program tersebut tidak dilakukan di Jakarta. ”Kalau Jakarta sedikit sulit karena tidak banyak yang menjadikan Jakarta sebagai tujuan wisata. Kalaupun ada warga asing dan orang daerah yang datang ke sini (ARC —Red), biasanya  karena mereka mengetahui dari mulut ke mulut,” tutur Endah. (wik)

Mengikis Sel Kulit Mati
    Produk perawatan yang belum lama ini diluncurkan oleh ARC adalah Diamond Duo Microdermabrasion. Produk ini merupakan perawatan wajah dengan cara mengikis sel-sel kulit mati dan kering akibat paparan sinar matahari dan pertumbuhannya yang kering. Setelah sel-sel kulit mati tersebut terkelupas, sel-sel kulit yang masih sehat dan kolagen bisa lebih leluasa tumbuh kembali. 
    Pasien yang memiliki masalah yang sangat berat pada wajah bisa menggunakan produk ini. Mereka disarankan untuk mengambil paket yang telah disediakan. Paket ini bertujuan untuk membuat proses perawatan kulit wajah menjadi lebih sempurna. Paket perawatan tergantung dari berat ringannya kondisi kulit wajah. Jika kondisi wajah sangat berat maka perawatannya bisa mencapai 2-3 bulan. 
    Selain perawatan pada kulit wajah, bagi yang kondisinya sangat berat juga dilakukan perawatan dari dalam tubuh. ”Obat yang digunakan merupakan antibiotik yang bisa menyembuhkan masalah pada kulit wajah,” jelas Endah.
    Perawatan ini tidak hanya digunakan oleh wanita atau pria dewasa, anak dan remaja juga banyak yang menggunakan. Ini karena masalah hormonal justru terjadi ketika seseorang ada di usia remaja di mana sedang terjadi pertumbuhan. Masalah yang paling berat di antaranya jerawat bernanah. (wik)

Publish: Sunday, 14 December 2008

Kamis, 29 Januari 2009

Bersihkan Wajah, Usir Jerawat

     Jerawat? No way! Ungkapan ini sering diucapkan orang untuk mengutarakan ketidaksukaan terhadap tumbuhnya jerawat di wajah. Sekecil apa pun ukuran jerawat, tetap saja mengganggu penampilan seseorang. Apalagi bila wajah menjadi salah satu andalan seseorang dalam profesinya. Misalnya foto model. Maka, sebisa mungkin jerawat dienyahkan dari kulit muka.  
     Sebenarnya, mengatasi jerawat bisa dengan cara yang simpel. Antara lain dengan rajin membersihkan wajah setelah menggunakan make up atau sepulang dari aktivitas di luar rumah. Dengan membersihkan wajah maka bakteri atau kotoran yang menempel di muka bisa disingkirkan.
     "Untuk menjaga wajah agar tidak timbul jerawat, sebenarnya bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan wajah, dan ini perlu dilakukan sejak usia dini. Selain itu bila menggunakan kosmetika, pilihlah kosmetika yang baik dan berbasis air," kata dokter Yulia Hana.
     Ada tiga hal yang menyebabkan munculnya jerawat, yaitu faktor genetika, hormonal, dan gaya hidup. Jerawat yang muncul karena genetika memang lebih sulit dihilangkan karena 60 - 80 persen penyebabnya diturunkan dari orangtua ke anak. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa diminimalisir dengan perawatan yang berkesinambungan. 
     Perawatan bagi mereka yang memiliki jerawat yang disebabkan faktor genetika tidak cukup hanya dengan melakukan perawatan dari luar. "Perlu juga mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin A dan antioksidan," papar Yulia.
     Untuk perawatan dari luar, tidak cukup hanya melakukan perawatan di rumah tetapi sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter. Terutama bagi mereka yang memiliki persentase jerawat 30 persen atau lebih dari luas permukaan wajah. Hal ini perlu dilakukan untuk membantu agar jerawat yang timbul tidak berlebih.
     Selain itu gaya hidup orang yang berjerawat karena faktor genetika perlu diperhatikan. Semakin buruk pola dan gaya hidupnya, semakin mudah munculnya jerawat. 
     Sementara itu jerawat yang disebabkan hormonal akan dialami oleh semua orang, sebab hormon tidak selamanya seimbang. Saat kondisi hormon tidak seimbang, terjadi peningkatan kelenjar minyak yang menyebabkan timbulnya jerawat. Biasanya yang banyak mengalami adalah anak yang sedang puber. Hormon saat itu sangat tidak seimbang sehingga menimbulkan banyak jerawat.
     "Yang terjadi, orangtua sangat menginginkan agar jerawat di wajah anaknya bisa hilang. Memang benar, setelah diberi perawatan, jerawat akan hilang saat itu, tetapi bisa jadi akan muncul lagi karena hormon tidak seimbang. Orangtua perlu edukasi mengenai hal ini dan yang bisa dilakukan adalah meminimalisir jumlah jerawat atau jangan sampai jerawat meninggalkan flek di wajah," ujar Yulia.
     Adapun jerawat yang disebabkan karena gaya hidup lebih mudah dihilangkan. Cukup dengan selalu membersihkan wajah dan menerapkan pola hidup sehat, antara lain tidak stres, tidak sering begadang, dan mengurangi makanan yang merangsang timbulnya jerawat atau makanan berminyak. 

Kosmetika
     Bagi sebagian perempuan, menggunakan kosmetika seperti keharusan. Apalagi bagi yang berjerawat, karena kosmetika bisa membantu mengaburkan jerawat. Namun, jika kurang hati-hati memilih kosmetika, bisa jadi justru akan membuat jerawat semakin subur dan penampilan wajah menjadi jelek.
     Kosmetika yang paling bagus untuk wajah adalah kosmetika yang berbahan dasar air. Kosmetika itu kandungan airnya lebih banyak dibandingkan minyak sehingga potensi timbulnya jerawat lebih kecil dibanding jika menggunakan kosmetika yang bahan dasarnya lebih banyak minyak.
     Saat membersihkan wajah juga perlu memperhatikan hal-hal teknis, seperti menggunakan susu pembersih (cleansing). Kemudian, untuk mengangkat cleansing sangat baik bila menggunakan wash lap bukan kapas. Wash lap berfungsi untuk mengangkat sumbatan pada pori-pori wajah.
     "Wajah yang sudah menggunakan kosmetika, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dengan cleansing. Ini karena cleansing mengandung emulsi. Minyak hanya bisa dibersihkan dengan emulsi, tidak bisa dengan sabun," kata Yulia. Setelah itu, wajah dibersihkan dengan sabun wajah yang mengandung PH balance. Terakhir, gunakan astringen. 
     Untuk masalah kosmetika, Yulia juga menyarankan agar berhati-hati menggunakan kosmetika yang diimpor langsung dan murni dari negara-negara di Benua Eropa. "Karena pelembap yang digunakan dalam kosmetika negara-negara di Eropa ditujukan untuk kulit kering, Jadi tidak cocok untuk kulit orang Asia," ujarnya. (wik)

Pahami Jerawat
     Jerawat yang dalam bahasa Inggris disebut acne adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihannya produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat ialah muka, dada, punggung, dan tubuh bagian atas lengan.
     Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak serta pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat.
     Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila lesi di atas 125.
     Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.
     Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 85 persen populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15 persen mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun. Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi. (wik/wikipedia)

Membersihkan Kosmetika dari Wajah:
1. Bersihkan kosmetik menggunakan cleansing sesuai dengan jenis kulit
2. Gunakan wash lap untuk mengangkat cleansing dari wajah agar mengangkat sumbatan
3. Bersihkan wajah dengan sabun wajah yang mengandung PH balance
4. Segarkan wajah dengan astringen

Penyebab Jerawat
* Stres
* Keturunan dari orangtua (genetika)
* Aktivitas hormon
 Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan. 
* Kelenjar minyak yang hiperaktif
* Bakteri di pori-pori kulit
* Iritasi kulit atau karena garukan
* Anabolic steroid
* Pil pengontrol kelahiran / pil KB. Namun banyak wanita justru mengalami penurunan munculnya jerawat semasa pemakaian pil
* Berada dalam lingkungan dengan kadar chlorine yang tinggi, terutama chlorinated dioxins yang menyebabkan jerawat serius yang disebut chloracne

Mitos Penyebab Jerawat
* Makanan. 
   Cokelat, snack, gula, susu dan seafood tidak menyebabkan jerawat. Penelitian medis hingga kini tidak menemukan perbedaan yang berarti antara timbulnya jerawat pada dua kelompok manusia (kelompok yang mengonsumsi makanan di atas dan yang tidak mengonsumsi). Dalam buku The Acne Prescription, dermatologis radikal Nicholas Perricone menuturkan bahwa ini juga merupakan sebuah mitos, dan menyarankan diet khusus dengan menu ikan yang banyak dan sedikit gula.
* Seks. 
  Mitos umum menyatakan masturbasi dan tidak menikah dapat menyebabkan jerawat. Namun tidak ada bukti medis yang menguatkan pendapat ini.

Publish: Sunday, 22 June 2008